Home Berita DPAK Cimahi Bangun Pengolahan Air di Pasirkaliki

DPAK Cimahi Bangun Pengolahan Air di Pasirkaliki

35
DPAK Cimahi Bangun Pengolahan Air di Pasirkaliki
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek pembangunan SPAM beberapa waktu lalu. Kini Pemkot Cimahi mengajukan bantuan dana ke pusat untuk membangun proyek yang sama. (FOTO DOK. SETKAB)

KampusHebat.com, Cimahi — Dinas Perumahan dan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi akan membuat Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Cimahi.

SPAM tersebut rencananya akan dibangun di Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara. Lokasinya berdekatan dengan lahan kolam retensi yang rencananya akan dibangun juga di wilayah tersebut.

Kepala DPKP Kota Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana, mengatakan, pihaknya sudah mengajukan bantuan anggaran untuk pembuatan SPAM tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), namun belum mendapatkan jawaban.

“Tugas kami kan membebaskan lahan sudah, kemudian membuat pra desain sudah. Kami juga sudah mengusulkan ke kementerian tentang pembangunannya. Masih dalam proses kementerian, belum ada jawaban,” ungkapnya saat ditemui, Senin (15/2/2021).

Untuk membuang SPAM tersebut, terang Nur, diperirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 50 miliar. Besaran perkiraan anggaran tersebut tidak termasuk pembuatan Sambungan Rumah (SR) kepada masyarakat. “Diperkirakan minimal Rp 50 miliar kena. Kalau sampai ke SR lebih,” ucapnya.

Berdasarkan pra desain yang sudah dibuat, rencananya kapasitas SPAM di Kelurahan Pasirkaliki mencapai 100 liter per detik. Kapasitas tersebut bisa untuk memenuhi sekitar 10.000 SR di beberapa wilayah di Kota Cimahi.

Berdasarkan arah gravitasi, SPAM tersebut kemungkinan akan diperuntukan bagi masyarakat yang berada di wilayah Cibabat, kemudian mengarah ke Cimahi Selatan. “Tapi tak menuutp kemungkinan kalau ke depan membangun reservoir di utara kita pompakan,” sebutnya.

Sebelumnya, DPKP Kota Cimahi juga sudah merencanakan pembuatan SPAM di wilayah Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Selatan. Namun pembuatannya batal dilaksanakan lantaran pemilik lahan enggan melepas tanahnya sesuai perhitungan tim appraisal.

Nur melanjutkan, berbagai rencana pembuatan sumber air bersih tersebut dilakukan untuk memenuhi ketersediaan air bersih. Sebab hingga tahun lalu, cakupan pelayanan air bersih terhadap masyarakat di Kota Cimahi baru sekitar 70,2 persen.

Pemenuhan air bersih tersebut dari berbagai sumber. Seperti PDAM Tirta Raharja, SPAM milik Pemkot Cimahi dan berbagai sumur artesis yang sudah dibuatkan Pemkot Cimahi sebelumnya.

“Terakhir itu 70,2 persen, mungkin malah menurun karena tidak ada pembangunan SR dan SPAM belum ada kepastian membangun,” tandasnya. (Jabarekspres)

Leave a Reply