Home Berita Jumlah Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Cimahi Terus Bertambah

Jumlah Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Cimahi Terus Bertambah

37

covid-19 cimahi

KampusHebat.com, Cimahi — Jumlah tenaga kesehatan (Nakes) positif Covid-19 di Kota Cimahi terus bertambah.

Berdasarkan catatan RSUD Cibabat, nakes yang terpapar Virus Corona terjadi hampir tiap hari.

Hingga Selasa, 22 Juni 2021, ada 100 lebih pegawai rumah sakit regional yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Januari 2021. Meraka semua menjalani perawatan di RSUD Cibabat.

Direktur Utama RSUD Cibabat, Sukwanto Gamalyono, mengatakan, dalam seminggu terakhir ada sekitar 50 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terdiri dari dokter, perawat, hingga petugas kebersihan.

“Setiap hari ada petugas positif, hari ini 9. Petugas kami dalam seminggu 40-50, cukup banyak yang positif mau gak mau harus dirumahkan,” kata Sukwanto, Senin (21/6/2021).

Dengan tumbangnya para tenaga kesehatan itu, rumah sakit yang terletak di Jalan Jenderal Amir Machmud Kota Cimahi itu kini mulai kekurangan pegawai ditengah lonjakan pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Cibabat.

Pihaknya, kata Sukaanto, kini tengah merekrut relawan dari mulai dokter, bidan, perawat, apoteker hingga cleaning service.

“Kita kekurangan tenaga kesehatan. Oleh sebab itu kita sedang rekrutmen. Kita minta bantuan provinsi, ikatan profesi,” ujarnya.

Diakui Sukawanto, perkembangan Covid-19 di RSUD Cibabat kini mengkhawatirkan. Sekitar 80 bed atau tempat tidur yang tersedia sudah terisi penuh. Bahkan, per hari ini ada 18 pasien Covid-19 yang antre di IGD.

“Bed kami sudah 80 bed, tidak tertampung. Ada 18 daftar tunggu mau masuk ruangan masih tertunda di IGD,” terangnya.

Kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini memaksa RSUD Cibabat menutup layanan IGD untuk pasien umum hingga 24 Juni mendatang. IGD akan difokuskan untuk melayani pasien Covid-19. Kebijakan itu dibuat untuk keselamatan pasien dan pegawai rumah sakit.

“Jangan sampai pasien datang dengan keluhan magh malah bawa oleh-oleh COVID-19. Jadi saya putuskan tutup dulu IGD, fokus untuk Covid-19,” sebutnya.

Meski IGD ditutup sementara untuk pasien umum, terang dia, pasien masih bisa melakukan rawat jalan. Semua poli yang ada tetap melayani pasien dengan protokol kesehatan yang ketat. (AB)

 

Leave a Reply