Home Berita Secarik Harapan Perawat di Hari Perawat Nasional

Secarik Harapan Perawat di Hari Perawat Nasional

13

Secarik Harapan Perawat di Hari Perawat Nasional

KampusHebat.com — Hari Perawat Nasional dirayakan setiap tanggal 17 Maret sekaligus hari lahirnya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Tahun ini adalah kali kedua hari perawat nasional dirayakan di masa pandemi covid-19. Perawat yang menjadi garda terdepan virus corona juga menuangkan berbagai harapan mereka. Dari harapan akan selesainya pandemi sampai tentang profesi mereka.

“Pandemi cepet selesai kaya di negara lain. Distribusi vaksin dipercepat, biar kita bisa segera lepas masker,” ungkap Rizal, salah seorang perawat sebuah rumah sakit swasta di Jakarta, Rabu (17/3).

“Semoga profesi perawat juga lebih dihargai masyarakat.”

Ditambahkannya, penghargaan yang dimaksud adalah agar masyarakat tak meremehkan pengetahuan mereka dan juga tak serta merta menganggap perawat seperti layaknya pelayan pribadi yang hanya harus melayani mereka seorang dan mengerjakan semua hal untuk si pasien.

Perawat lainnya, Siska (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan harapannya agar rumah sakit tak lupa memperhatikan kesejahteraan para perawatnya.

Beberapa perawat lainnya, yang enggan disebut namanya, juga mengungkapkan bahwa mereka berharap pemerintah dan perusahaan juga lebih memperhatikan kinerja perawat selama pandemi, karena dengan pertimbangan pertaruhan nyawa.

Namun, perawat juga manusia dan ingin diperlakukan manusiawi khususnya di masa pandemi ini.

Mereka menambahkan, bukan bermaksud pamrih atau perhitungan, namun aspek kesehatan -baik fisik maupun mental- mereka juga seharusnya masuk dalam ‘perhitungan.’

“Harapannya juga untuk mudah memperluas jaringan kerja. Ingin kesejahteraan, walaupun nakes dari kampung, kesetaraan gaji sangat jomplang di sana.. Jauh dari kata UMR,” ungkap Kamelina Dewi, seorang perawat di sebuah rumah sakit di Jakarta.

“Selain itu, juga ingin organisasi perawat lebih aktif lagi, misal dalam pembuatan STR, dan surat-surat perawat yang lain yang dibutuhkan.”

Dengan pentingnya peran penting perawat di masa pandemi ini WHO mengimbau pemerintah di seluruh dunia untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja perawat serta semua petugas kesehatan.

Mereka juga memastikan akses tanpa hambatan ke APD. Perawat dan semua petugas kesehatan harus diberikan fasilitas kesehatan mental, pembayaran tepat waktu, cuti sakit, dan asuransi.

Hari Perawat Nasional yang jatuh pada 17 Maret menjadi momentum untuk mengingat dan mengapresiasi pengabdian para perawat di berbagai penjuru negeri.

Dalam pernyatan tertulisnya, Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah mengatakan, pandemi COVID-19 adalah pengingat dari peran vital perawat bagi dunia kesehatan.

Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melaporkan 274 perawat meninggal dunia terpapar Covid-19.

Harif menyebut perawat menjadi sosok yang paling dekat dan selalu berada di dekat pasien. Tanpa perawat dan petugas kesehatan lainnya, korban dari pandemi bisa lebih besar.

“Dalam tugas dan fungsinya, perawat memiliki peran penting dalam upaya kuratif dan rehabilitatif. Hal ini berdasar pada Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” kata Harif dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3/2021).

“Salah satunya membantu case finding atau penemuan kasus yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Dalam konteks pandemic, perawat juga berperan dalam proses 3T,” imbuh Harif. (CNNI)

 

Leave a Reply