Home Info Cimahi Sejarah Kota Cimahi dan Asal-Usul Namanya

Sejarah Kota Cimahi dan Asal-Usul Namanya

184
kota cimahi
Ilustrasi Sejarah Kota Cimahi (Foto: Pikiran Rakyat)

KampusHebat.com — Cimahi adalah sebuah kota di wilayah Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini termasuk wilayah Bandung Raya yang terletak di tengah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dahulu Cimahi merupakan bagian dari Kabupaten Bandung. Pada 29 Januari 1976, Cimahi ditetapkan sebagai kota administratif. Pada tanggal 21 Juni 2001, Cimahi ditetapkan sebagai kota otonom yang terdiri atas 3 kecamatan dan 15 kelurahan.

Kota Cimahi mendapat julukan sebagai “Kota Tentara” karena di kota ini banyak pusat pendidikan untuk tentara, seperti Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdikarmed), Pusat Pendidikan Pengetahuan Militer Umum (Pusdikpengmilum), Sekolah Pelatih Infanteri Pusat Pendidikan Infanteri (SPI Pusdikif), dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom).

Markas tentara yang terdapat di Cimahi pun cukup banyak, seperti Brigif 15/Kujang II, Pussenarhanud Kodiklatad, Kodim 0609/Kabupaten Bandung, Yonarmed 4/105 Parahyangan, Koramil 0922/Cimahi, Kesdim Cimahi, dan masih banyak lagi ditambah asrama militer yang jumlahnya sangat banyak.

Cimahi melahirkan banyak pesohor atau tokoh terkenal. Di antaranya Amir Machmud (Ketua DPR 1982-1987), Euis Darliah (penyanyi), Sule (pelawak),  Jamrud (grup musik), dan Zalnando (pemain sepakbola).

Asal-Usul Nama “Cimahi”

Nama Cimahi terdiri dari dua kata, Ci dan Mahi. Dalam bahasa Sunda, nama Cimahi berasal dari kata cai mahi yang berarti “air yang cukup”. Ci artinya cai (air) dan mahi artinya cukup.

Dalam bahasa Sansakerta, kata Ci mengandung arti “kilauan cahaya dari permukaan air atau energi” dan Mahi mengandung arti “bumi”. Dalam bahasa Sannsakerta Cimahi mengandung arti “pancaran cehaya bumi atau bisa disebut juga energi bumi”.

Pemakaian kata Cimahi menjadi nama kota kemungkinan diambil dari nama sebuah sungai yang mengalir di daerah tersebut. Dahulu airnya menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.

Dalam Babad Batulayang disebutkan, pada abad ke-16, Tanah Ukur terdiri atas sembilan umbul. Cimahi termasuk dalam umbul Kahuripan yang beribukota di Pangheotan yang sekarang dikenal dengan Cikalong.

Dalam catatan perjalanan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Abraham van Riebeeck, yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Priangan dari tahun 1703 – 1709, nama Cimahi disebutkan di dalamnya. Kemungkinan catatan tersebut merupakan sumber kolonial tertua yang menyebut nama Cimahi.

Sejarah Kota Cimahi dan Asal-Usul Namanya

Sejarah Cimahi

Cimahi mulai dikenal tahun 1811, ketika Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels, membuat jalan Anyer-Panarukan, dengan dibuatnya pos penjagaan (IoJi) di Alun-Alun Cimahi sekarang.

Tahun 1874-1893, dilaksanakan pembuatan jalan kereta api Bandung-Cianjur sekaligus pembuatan stasiun kereta api Cimahi.

Tahun 1886 dimulainya pembangunan pusat pendidikan militer dan fasilitas lainnya (RS Dustira, rumah tahanan militer, dll).

Tahun 1935, Cimahi menjadi kecamatan (lampiran staad blad tahun 1935). Tahun 1962 dibentuk setingkat kewedanaan, meliputi 4 kecamatan: Cimahi, Padalarang, Batujajar, dan Cipatat.

Tahun 1975, status Cihami ditingkatkan menjadi kota administratif (PP No. 29/1975). Diresmikan 29 Januari 1976, Cimahi merupakan Kotif pertama di Jawa Barat dan ketiga di Indonesia.

Tahun 2001, status Cimahi ditingkatkan menjadi kota otonom dan dipimpin wali kota. Saat ini Kota Cimahi memiliki 3 kecamatan dan 15 kelurahan.

Kecamatan:

  1. Cimahi Selatan
  2. Cimahi Tengah
  3. Cimahi Utara

Kelurahan:

  1. Cibeber
  2. Cibeureum
  3. Leuwigajah
  4. Melong
  5. Utama
  6. Baros
  7. Cigugur Tengah
  8. Cimahi
  9. Karangmekar
  10. Padasuka
  11. Setiamanah
  12. Cibabat
  13. Cipageran
  14. Citeureup
  15. Pasirkaliki

Cimahi yang berasal dari status Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Bandung sesuai dengan perkembangan dan kemajuannya maka berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan dan Otonomi Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1975 tentang Pembentukan Kota Administratif, Cimahi dapat ditingkatkan statusnya dari Kecamatan menjadi Kota Administratif yang berada di wilayah Kabupaten Bandung yang dipimpin oleh Walikota Administratif yang bertanggungjawab kepada Bupati Kepala Daerah Kabupaten Bandung.

Kota Administratif Cimahi dengan luas wilayah keselurahan mencapai 4.025,73 Ha, yang merupakan bagian dari Kabupaten Bandung Utara sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Barat.

Cimahi telah menunjukkan perkembangan yang pesat, khususnya dibidang pelaksanaan pembangunan dan peningkatan jumlah penduduk.

Tahun 1990 penduduk Cimahi berjumlah 290.202 jiwa dan pada 2000 meningkat menjadi 352.005 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 2,12 % per tahun.

Hal ini mengakibatkan bertambahnya beban tugas dan wewenang kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

Kewenangan Kota Cimahi sebagai daerah otonom mencakup seluruh kewenangan bidang pemerintahan, termasuk kewenangan wajib yaitu pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, perhubungan, industri dan perdagangan, penanaman modal, lingkungan hidup, pertahanan, koperasi dan tenaga kerja, kecuali bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter fisikal, agama, serta kewenangan bidang lain sesuai dengan peraturan Perundang-undangan Nomor I tahun 2003 tentang Kewenangan Kota Cimahi sebagai Daerah Otonom.

Demikian sejarah Kota Cimahi serta asal-usul dan arti nama “Cimahi”. Kampus Hebat STIKES Budi Luhur juga berada di Kota Cimahi.  (Sumber: 1, 2)

 

Leave a Reply